Browse Month

November 2016

Cara Memutihkan Gigi yang Sederhana dan Murah

Cara Memutihkan Gigi yang Sederhana dan Murah – Bagi orang yang memiliki banyak uang, mungkin akan memilih pergi ke dokter gigi untuk memutihkan gigi daripada menggunakan cara tradisional. Akan tetapi, tidak semua orang memiliki budget cukup untuk perawatan pemutihan gigi di dokter. Ada cara memutihkan gigi yang sederhana dan murah yaitu dengan membuat ramuan pemutih gigi dari bahan alami. Meskipun menggunakan bahan alami dan cara tradisional, namun teknik ini sudah banyak yang dilakukan oleh orang-orang agar tampik semakin cantik sehat. Bahan-bahan alami yang bisa Anda gunakan untuk memutihkan gigi secara alami yaitu:

cara memutihkan gigi

Cara Memutihkan Gigi yang Sederhana Tanpa Banyak Biaya

  1. Lemon

Cara memutihkan gigi yang sederhana adalah dengan menggunakan lemon. Kandungan asam sitrat yang terdapat pada jeruk lemon dipercayai mampu membuat gigi Anda menjadi tampak lebih putih. Cara membuat racikan lemon ini sangatlah sederhana. Siapkan sebuah lemon yang sudah dipotong. Lalu gosokkan pada gigi selama beberapa saat. Lakukanlah secara rutin demi mendapatkan hasil yang maksimal.

  1. Kulit pisang

Buah pisang tak hanya bisa dimakan dagingnya. Ternyata kulit pisang pun bisa berguna. Kulitnya bisa Anda pakai untuk memutihkan gigi kuning Anda. Cara menggunakannya cukup mudah. Pertama, Anda harus menyiapkan kulit pisang. Gunakanlah bagian dalam kulit pisang dan gosokan secara perlahan pada gigi yang ingin diputihkan. Lakukan kurang lebih 3 hingga 5 menit. Setelah itu, Anda bisa menggosok gigi Anda seperti biasa. Lihatlah perubahannya setelah 2 minggu.

  1. Minyak kelapa

Minyak kelapa biasa digunakan untuk memasak. Selain itu, minyak kelapa juga sering digunakan sebagai bahan alami pemutih gigi. Tak hanya memutihkan, kandungan senyawa yang ada di minyak ini juga mencegah plak-plak yang akan menjadi penyebab gigi kuning. Cara membuatnya yaitu:

  • Siapkan bahan yang digunakan yaitu 1 sdm kelapa
  • Oleskan pada gigi yang ingin diputihkan
  • Lakukan ini kira-kira selama 10 menit
  • Berkumurlah dengan air hangat
  • Gosok gigilah seperti biasanya.
  1. Wortel dan tomat

Wortel dan tomat bisa Anda gunakan sebagai obat pemutih yang alami. Kandungan vitamin yang terdapat pada keduanya bisa membuat gigi kuning Anda menjadi lebih putih. Cara memutihkan gigi dengan bahan-bahan ini yaitu dengan mengunyahnya sehari sekali. Kunyahlah dalam keadaan mentah atau belum dimasak.

  1. Apel

Apel bisa dijadikan pemutih gigi. Caranya gampang yaitu kunyahlah apel secara teratur untuk membantu memutihkan gigi Anda. Apel ampuh dalam memutihkan gigi karena dapat membuat air liur Anda meningkat sehingga menguatkan gusi dan mencegah berkembangnya bakteri di mulut.

Cara memutihkan gigi alami memang tidak secepat memutihkan gigi di dokter gigi. Namun, cara ini efektif dan tidak memiliki efek samping jika dilakukan sesuai petunjuk yang ada. Cara-cara yang dipaparkan di atas tidak mengeluarkan dana yang mahal. Bahkan bisa Anda temukan di dapur Anda. Apakah Anda tertarik untuk mencoba?

Ini Dia Cara Transfer Uang Lewat HP

Mengingat masyarakat Indonesia tidak semuanya memiliki rekening bank, maka Cara Transfer Uang Lewat HP saat ini sudah bisa dilakukan melalui layanan Dompetku Pengiriman Uang yang bisa dilakukan di Alfamart. Layanan Dompetku ini merupakan layanan terbaru dalam pengiriman dan penerimaan uang dalam negeri. Layanan Dompetku hadir berkat kerja sama antara Indosat dan PT. Sumber Alfaria Trijaya untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi pengiriman dan penerimaan sejumlah uang.

Ini Dia Cara Transfer Uang Lewat HP

Menggunakan hp sebagai media transfer uang sebetulnya sudah sejak dulu bisa dilakukan yaitu dengan menggunakan fasilitas mobile banking. Akan tetapi menggunakan fasilitas m-banking memiliki syarat harus mempunyai rekening bank tertentu, karena melakukan transfer melalui m-banking sejatinya merupakan proses mutasi antar bank.

Dengan hadirnya layanan Dompetku kini Cara Transfer Uang Lewat HP via DompetkuPlus menjadi lebih mudah, praktis dan cepat sebab bisa dilakukan hampir di semua Alfamart yang terdapat di 36 kota yang mencakup Sumatera, Jawa, Kalimantan dan sebagian Sulawesi. Ada beberapa keuntungan jika kita melakukan pengiriman uang dengan layanan Dompetku antara lain :
Lebih aman
Kita tidak perlu takut untuk melakukan pengiriman uang memakai layanan Dompetku, sebab layanan Dompetku prosesnya lebih aman jika dibandingkan dengan cara pengiriman uang cash yang lain. Layanan Dompetku lebih aman karena menggunakan kode pencairan yang hanya diketahui oleh pengirim dan penerima saja. Orang lain selain dari itu tidak akan tahu kode pencairannya sebab informasinya dikirim melalui SMS ke nomor pengirim yang selanjutnya akan di informasikan kepada nomor hp penerima. Setelah dana dicairkan oleh penerima maka akan muncul notifikasi ke nomor penerima bahwa uang sudah dicairkan.
Cepat dan mudah
Proses pencairan uang dengan layanan Dompetku sangat cepat karena uang bisa langsung diterima melalui kasir di Alfamart. Prosedurnya pun sangat mudah tinggal mengisi formulir pengiriman atau penerimaan, menyiapkan identitas yang masih berlaku serta harus memiliki nomor hp yang masih aktif.
Itulah beberapa keuntungan jika kita memakai layanan Dompetku Pengiriman Uang yang ada di Alfamart. Semoga informasi Cara Transfer Uang Lewat HP bermanfaat khusus bagi Anda pembaca setia kami.

busana-prajurit-prajurit-keratonyogyakarta

Wisata Yogyakarta, Mengenal Wisata Sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta

Wisata Yogyakarta. Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki luas sekitar 3.186 Km2 dan dikenal sebagai tujuan wisata kedua setelah Bali. Berbagai jenis obyek wisata dikembangkan di wilayah ini, seperti wisata alam, wisata sejarah, wis’ta budaya, wisata pendidikan termasuk wisata pedesaan.

Sebutan kota perjuangan untuk kota ini berkenaan dengan peran Yogyakarta dalam konstelasi perjuangan bangsa Indonesia pada jaman kolonial Belanda, jaman penjajahan Jepang, maupun pada jaman perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Antara awal tahun 1946 sampai akhir tahun 1949, selama lebih kurang empat tahun, Yogyakarta menjadi Ibukota Negara RI. Pada masa itu para pimpinan bangsa Indonesia berkumpul di kota perjuangan ini.

Wisata Yogyakarta Memikat Berbagai Kalangan

Kirab keraton-yogyakarta
Kirab keraton-yogyakarta

Seperti layaknya sebuah ibukota, Yogya memikat kedatangan para kaum remaja dari seluruh penjuru tanah air yang ingin berpartisipasi dalam mengisi pembangunan negara yang baru saja medeka. Namun untuk dapat membangun suatu negara diperlukan tenaga-tenaga ahli, terdidik dan telatih untuk itulah yang melatar belakangin pemerintah RI mendirikan Universitas yang kita kenal dengan nama Universitas Gajah Mada, universitas Negeri pertama yang lahir pada masa kemerdekaan.

Selanjutnya diikuti dengan berdirinya akademi di bidang kesenian (Akademi Seni Rupa Indonesia dan Akademi Musik Indonesia), serta sekolah tinggi di bidang Agama Islam (Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri dan selanjutnya menjadi IAIN Sunan Kalijaga). Pada waktu itu bediri lembaga-lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta sehingga hampir tidak ada cabang ilmu pengetahuan yang tidak diajarkan di kota ini.

Hal ini menjadikan kota Yogyakarta tumbuh menjadi kota pelajar dan pusat pendidikan. Dulu, sarana mobilitas paling populer di kalangan pelajar, mahasiswa, karyawan, pegawai, pedagang dan masyarakat umum pada adalah sepeda sehingga Yogyakarta juga pernah dikenal sebagai kota sepeda yang kini sudah digantikan menjadi sepeda motor.

Wisata Yogyakarta, Dari Pusat Kerajaan Mataram Hingga Pemerintahan RI

Yogyakarta pernah menjadi pusat kerajaan, baik Kerajaan Mataram (Islam), Kesultanan Yogyakarta maupun Kadipaten Pakualaman. Sebutan kota kebudayaan untuk kota ini berkaitan erat dengan peninggalan-peninggalan budaya bernilai tinggi semasa kerajaan-kerajaan tersebut yang sampai kini masih tetap lestari. Sebutan ini juga berkaitan dengan banyaknya pusat-pusat seni dan budaya. Sebutan kata Mataram yang banyak digunakan sekarang ini, tidak lain adalah sebuah kebanggaan atas kejayaan Kerajaan Mataram.

Menurut sejarahnya Kesultanan Yogyakarta merupakan pecahan dari kerajaan Mataram yang pernah mencapai masa kejayaan dibawah pimpinan Sultan Agung (1613-1645). Namun intrik politik yang terjadi di dalam lingkungan kerajaan telah mengakibatkan terpecahnya kerajaan Mataram.

Dalam pertengahan pertama abad ke-18 Mataram sampai tiga kali mengalami peperangan perebutan takhta yang akhirnya mengakibatkan terpecahnya kerajaan yang sudah sangat menciut wilayahnya karena digerogoti Belanda menjadi Kerajaan Surakarta yang diperintah Pakubuwono III dan Kerajaan Yogyakarta dipimpin Hamengkubuwono I, sebagaimana perjanjian Gianti tahun 1755. Dua tahun kemudian daerah Surakarta dibagi lagi antara Pakubuwono III dan Mangkunegoro I.

Yogyakarta dibangun oleh Pangeran Mangkubumi pada tahun 1755 dimana ia mendirikan Kraton Yogyakarta menyusul perselisihannya mengenai pembagian wilayah dengan saudara laki-lakinya Susuhunan Surakarta. Dia kemudian mengangkat dirinya sebagai sultan dengan gelar Hamengkubuwono yang berarti ‘alam semesta berada di pangkuan raja.’

Pada abad ke 17, Sultan Hamengkubuwono mampu menjadikan kerajaan yang dipimpinnya berkembang pesat sehingga menjadi sangat kuat. Namun puteranya ternyata kurang memiliki kecakapan sehingga pada masa pemerintahan kolonial, keraton Yogyakarta pernah dibekukan, Hamengkubuwono II diasingkan dan sebuah wilayah kerajaan yang lebih kecil yang diberi nama Paku Alam didirikan didalam wilayah kesultanan Yogya.

Bagi orang Jawa, Yogya adalah simbol perlawanan terhadap penjajah. Perang Jawa yang dipimpin Pangeran Diponegoro menentang Belanda (1825-1830) berlangsung di sekitar Yogyakarta. Pada masa revolusi kemerdekaan, Yogyakarta juga menjadi pusat perlawanan terhadap kaum kolonial. Ketika Belanda kembali ke Indonesia, sebagian wilayah kraton kemudian diubah menjadi Universitas Gajah Mada yang dibuka pada tahun 1946.

Ketika Belanda menduduki Yogya pada tahun 1948, Sultan melakukan perlawanan dengan mengurung diri di dalam kraton menolak bertemu dengan penguasa Belanda, namun diam-diam ia tetap menerima para pejuang kemerdekaan di kratonnya dan menjadi penghubung antara Yogya dan pihak pejuang yang melakukan perang gerilya di luar kota. Belanda tidak berani menindak Sultan karena takut dengan kemarahan jutaan orang Jawa yang menghormatinya. Sementara itu Sultan mengijinkan para pejuang Indonesia menggunakan kraton sebagai markas perjuangan, jasa besar sultan ini menjadikan pemerintah Indonesia kemudian -setelah kemerdekaan -menganugerahkan status Daerah Istimewa kepada Yogyakarta.

Wisata Sejarah Yogyakarta yang Tetap Memikat

Monumen-Jogja-Kembali
Monumen-Jogja-Kembali

Antara tahun 1568 – 1586 di pulau Jawa bagian tengah, berdiri Kerajaan Pajang yang diperintah oleh Sultan Hadiwijaya, di mana semasa mudanya beliau terkenal dengan nama Jaka Tingkir. Dalam pertikaian dengan Adipati dari J i pang yang bernama Arya Penangsang, beliau berhasil mucul sebagai pemenang atas bantuan dari beberapa orang panglima perangnya, antara lain Ki Ageng Pemanahan dan putera kandungnya yang bernama Bagus Sutawijaya, seorang Hangabehi yang bertempat tinggal di sebelah utara pasar dan oleh karenanya beliau mendapat sebutan : Ngabehi Loring Pasar.

Sebagai balas jasa kepada Ki Ageng Pemanahan dan puteranya itu, Sultan Pajang kemudian memberikan anugerah sebidang daerah yang disebut Bumi Menataok, yang masih berupa hutan belantara, dan kemudian dibangun mejadi sebuah “tanah perdikan”. Sesurut Kerajaan Pajang. Bagus Sutawijaya yang juga menjadi putra angkat Sultan Pajang, kemudian mendirikan Kerajaan Mataram di atas Bumi Mentaok dan mengakat diri sebagai Raja dengan gelar Panembahan Senopati.

Salah seorang putera beliau dari perkawinannya dengan Retno Dumilah, putri Adipati Madiun, memerintah Kerajaan Mataram sebagai Raja Ketiga, dan bergelar Sultan Agung Hanyokrokusumo. Beliau adalah seorang patriot sejati dan terkenal dengan perjuangan beliau merebut kota Batavia, yang sekarang disebut Jakarta, dari kekuasaan VOC, suatu organisasi dagang Belanda. Waktu terus berjalan dan peristiwa silih berganti.

Pada permulaan abad ke-18, Kerajaan Mataram diperintah oleh Sri Sunan Paku Buwono ke 11. Setelah beliau mangkat, terjadilah pertikaian keluarga, antara salah seorang putra beliau dengan salah seorang adik beliau, yang merupakan pula hasil hasutan dari penjajah Belanda yang berkuasa saat itu. Petikaian itu dapat diselesaikan dengan baik melalui Perjanjian Ginyanti, yang terjadi pada tahun 1755, yang isi pokoknya adalah Palihan Nagari, artinya pembagian Kerajaan menjadi dua. yakni Kerajaan Surakata Hadiningrat dibawah pemerintah putera Sunan Paku Buwono ke-III, dan Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat dibawah pemerintahan adik kandung Sri Sunan Paku Buwono ke-tl yang kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono l. Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat ini kemudian lazim disebut sebagai Yogyakarta dan sering disingkat menjadi Jogja.

Pada tahun 1813, Sri Suitan Hamengku Buwono 1, menyerahkan sebagian dari wilayah Kerajaannya yang terletak di sebelah Barat sungai Progo, kepada salah seorang puteranya yang bernama Pangeran Notokusumo untuk memerintah di daerah itu secara bebas, dengan kedaulatan yang penuh. Pangeran Notokusumo selanjutnya bergelar sebagai Sri Paku Alam I, sedang daerah kekuasaan beliau disebut Adikarto. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Rt, beliau menyatakan sepenuhnya berdiri di belakang Nlgara Republik Indonesia, sebagai bagian dari negara persatuan Republik Indonesia, yang selanjutnya bersatatus Daerah Istimewa Yogyakarta.