Hidup Dengan Ginjal Yang Sehat

Hidup Dengan Ginjal Yang Sehat

TUBUH yang sehat jadi dambaan kebanyakan orang. Dengan badan yang sehat, semuanya kesibukan bisa digerakkan dengan baik. Pelihara kesehatan sebelumnya timbulnya masalah ginjal seperti pantas dikerjakan. Langkahnya, konsumsi makanan yang sehat serta seimbang, dan mengaplikasikan pola hidup sehat bisa menghindar tercetusnya penyakit ginjal. Maka dari itu perlu sekali untuk melindungi kesehatan badan.Toko Herbal Karawang

Seperti pasukan kuning yang bertugas bersihkan kota, didalam badan kita juga ada sepasang organ yang bertugas untuk bersihkan sampah yang berada di dalam darah kita serta di keluarkan dari pada badan lewat urine. Sepasang ginjal ini mempunyai peranan yang begitu vital, seperti menyaring darah serta melindungi keseimbangan kimiawi pada badan. Diluar itu ginjal juga menolong pengendalian desakan darah serta pembentukan sel darah merah. Apa yang terjadi bila sepasang ‘petugas pembersih’ ini alami masalah? Infeksi Saluran Kemih sampai Penyakit Ginjal Kronik (PGK) bisa menyerang.

Susunan Ginjal

Seperti yang sudah diterangkan diatas, ginjal adalah satu diantara organ vital yang bertugas keluarkan beberapa zat sisa metabolisme badan yg tidak terpakai didalam darah. Beberapa zat sisa itu umum juga dimaksud dengan beberapa zat toksik (toksin) seperti misalnya urea, kreatinin, asam urat, sulfat, dsb. Sehari-harinya ginjal juga akan mengolah sekitaran 200 liter darah untuk menyaring atau hasilkan sekitaran 2 liter ‘sampah’ serta ekstra (keunggulan) air.
Ginjal berupa seperti kacang merah serta memiliki ukuran lebih kurang sebesar kepalan tangan kita serta terdapat di kanan serta kiri pinggang. Berat ginjal pada 120-170 gr atau cuma seperduaratus kali berat tubuh kita.
Ginjal mempunyai susunan yang cukup unik, yakni pembuluh darah serta unit penyaring. Tiap-tiap ginjal mempunyai sekitaran satu juta nefron, yang disebut sisi kecil dalam ginjal untuk menyaring darah. Tiap-tiap nefron mempunyai penyaring yang diberi nama glomerulus. Darah yang mengalir 350 kali sehari-harinya serta setiap 1, 2 liter setiap menitnya melalui ginjal saat lewat nefron lalu juga akan disaring oleh glomerulus, setelah itu beberapa bahan toksik di keluarkan keluar badan jadi urin, yang mengalir ke kandung kemih lewat saluran yang di kenal jadi ureter. Urine juga akan disimpan didalam kandung kemih ini sebelumnya di keluarkan ketika Anda berkemih. Nyaris semuanya penyakit ginjal menyerang nefron, hingga bisa menyebabkan kegagalan ginjal di dalam menggerakkan peranannya.

Peranan Ginjal

Seperti yang sudah diterangkan diatas, tersebut ada fungsi-fungsi ginjal, salah satunya :
– Mengatur keseimbangan air serta elektrolit didalam badan, termasuk juga untuk penyusunan desakan darah
– Melindungi keseimbangan asam-basa
– Keluarkan hasil-hasil sisa metabolism badan. Zat sisa yang masih tetap bermanfaat juga akan diserap kembali, sesaat seperti yang sudah diterangkan terlebih dulu, untuk zat sisa yang tak akan terpakai juga akan dibuang dari pada badan lewat urine.
– Sintesis hormone, atau berperan jadi ‘pabrik’ penghasil tiga hormon perlu, yakni :
– Eritropoietin (EPO), yang merangsang sumsum tulang buat beberapa sel darah merah (eritrosit)
– Renin, menolong mengatur desakan darah
– Bentuk aktif vitamin D (kalsitriol), yang menolong penyerapan kalsium serta melindungi keseimbangan kimia dalam badan

PENYAKIT PADA GINJAL

Penyakit Ginjal Akut

Masalah peranan ginjal dapat berjalan dengan mendadak (akut), umumnya dikatakan sebagai Penyakit Ginjal Akut (PGA). Keadaan ini bisa disebabkan oleh beragam hal, diantaranya :
– operasi pembedahan yang rumit atau cedera hebat
– sumbatan pada pembuluh darah yang menuju ginjal
– sumbatan pada saluran kemih karena batu, tumor, bekuan darah
– penyakit ginjal, seperti glomerulonefritis akut

Penyakit Ginjal Kronik

Penyakit Ginjal Kronik (PGK), umumnya muncul dengan perlahan-lahan serta sifatnya menahun, dengan sedikit tanda awal mulanya. Terkadang Anda tidak rasakan tanda sampai peranan ginjal yang telah alami penurunan sekitaran 25 persen dari ginjal normal.
Berkurangnya peranan ginjal menyebabkan menyusutnya kekuatan ginjal untuk menyaring darah, hingga beberapa zat sisa yang semestinya di keluarkan lewat urine menumpuk didalam darah. Makin banyak zat sisa yang menumpuk didalam darah, jadi juga akan makin memperberat kerja ginjal yang masih tetap baik untuk menyaring darah. Selain itu, penimbunan sisa metabolisme ini pastinya beresiko untuk badan, Jadi contoh umpamanya ureum, ureum adalah hasil sisa metabolisme dari protein, jika menumpuk didalam darah jadi juga akan menyebabkan beragam masalah pada badan, seperti mual, muntah, letih, bahkan juga masalah kesadaran.
PGK berbentuk progresif (cepat lebih buruk). Pada step awal di mana rusaknya ginjal masih tetap belum juga menyebabkan tanda, peranan ginjal yang tersisa masih tetap bisa dipertahankan, tetapi pada step lanjut Penyakit Ginjal Kronik juga akan berbentuk ireversibel (tidak bisa kembali baik).
Penyebabnya PGK :
1. Kencing Manis (Diabetes melitus)
2. Desakan darah tinggi (Hipertensi)
3. Peradangan di ginjal (Glomerulonefritis)
4. Batu ginjal serta infeksi saluran kemih
5. Kelainan autoimun, umpamanya lupus eritematosus systemik
6. Kelainan ginjal bawaan, umpamanya penyakit ginjal polikistik
7. Pemakaian obat-obatan yang berbentuk nefrotoksik

Tersebut info penyebabnya PGK yang paling umum terjadi

Diabetes

Apabila alami Diabetes, bermakna badan tidak dapat maksimal dalam soal mengubah makanan jadi daya yang diperlukan hingga kandungan gula darah bisa bertambah. Keadaan gula darah yang bertambah berkelanjutan bisa mengakibatkan kerusakan pembuluh darah serta ginjal.

Apabila telah bertambah, bisa menyebabkan beberapa gejala seperti :
– rasa haus meningkat
– pandangan kabur
– seringkali berkemih
– berat tubuh alami penurunan tanpa ada argumen yang jelas
– luka yang lama pulih
– terasa lapar
– lemah

Desakan Darah Tinggi (Hipertensi)

Desakan darah adalah desakan yang diakibatkan oleh darah yang mengalir dalam pembuluh darah arteri. Bila seorang alami Hipertensi, desakan darah yang tinggi ini apabila berjalan terus-terusan bisa mengakibatkan kerusakan atau mengganggu pembuluh-pembuluh darah kecil dalam ginjal yang lama kelamaan bisa mengganggu kekuatan ginjal untuk menyaring darah.
Biasanya, untuk orang dewasa atau berumur 18 th. ke atas, desakan darah 140/90 mm Hg atau lebih, bisa disebutkan jadi kondisi Hipertensi. Sedang untuk Anda pasien Diabetes serta Penyakit Ginjal Kronik, desakan darah 130/80 mmHg atau lebih telah disebutkan jadi Hipertensi.
Dengan mengontrol desakan darah juga akan menolong perlambat rusaknya ginjal. Untuk menangani problem hipertensi, tanyakan dengan dokter Anda.Kiosherbalku

Batu Ginjal

Batu yang terjadi di ginjal berlangsung karena ada sistem presipitasi (kristalisasi beberapa bahan yang terlarut) yang terdapat didalam urine. Umumnya batu ini bisa beralih lewat ureter (saluran yang mengalirkan urine dari ginjal ke kandung kemih) serta di keluarkan lewat urine apabila memiliki ukuran kecil.
Tetapi kadang-kadang, batu yang memiliki ukuran sangat besar tidak dapat keluar demikian saja lewat urin. Apabila hal semacam ini berlangsung jadi menyebabkan rasa sakit serta mungkin saja bisa menyebabkan obstruksi (sumbatan) karena terhambatnya aliran urine keluar.
Batu ginjal bisa dikarenakan oleh beragam aspek, seperti infeksi, diet spesifik, obat-obatan serta beberapa keadaan spesifik karena meningginya beberapa zat beda dalam urine, umpamanya asam urat.

Tanda batu ginjal, diantaranya :
– rasa sakit di bagian belakang atau bagian badan
– darah dalam urin
– muntah
– demam
– seringkali berkemih atau menginginkan berkemih
– rasa nyeri waktu berkemih

Keluar tidaknya batu ginjal dengan sendirinya bergantung pada tempat, besar, bentuk serta komposisi. Ukuran batu yang kecil dengan bentuk licin atau bulat bisa keluar dengan sendirinya. Tetapi apabila memiliki bentuk berbagai macam, umpamanya dengan pinggir yang tajam atau ukuran yang sangat besar yang penuhi semua sisi ginjal, pasti membutuhkan therapy spesifik manfaat mengeluarkannya.
Apabila batu ginjal beralih ke sisi pelvis ginjal, bisa menyumbat aliran urin serta ginjal juga bisa membengkak, hingga bisa mengganggu kerja ginjal.

Tanda PGK

Penyakit ginjal kronik umumnya tidak menyebabkan tanda awal yang pasti, hingga penyakit ini sering terlambat di ketahui serta dikerjakan dengan pas. Pada fase awal, penyakit yang menyerang ginjal tidak menyebabkan tanda. Bersamaan dengan saat, kekuatan badan untuk buang ‘sampah’ makin alami penurunan. Apabila hal semacam ini berlangsung, beberapa gejala beda yang mungkin saja muncul yaitu :
– terasa capek serta tidak berenergi
– masalah berkonsentrasi
– nafsu makan menurun
– susah tidur
– kulit merasa kering serta gatal
– kram otot saat malam hari
– pembengkakan pada pergelangan kaki/tangan
– pembengkakan sekitar mata saat pagi hari
– seringkali berkemih, terlebih pada malam hari

Usaha Hadapi PGK

Bila sudah alami penurunan peranan ginjal, tidaklah perlu putus harapan, banyak hal yang bisa dikerjakan untuk menjaga funghsi ginjal yang masih tetap ada.
a. Penyembuhan dengan teratur serta teratur
Pada pasien yang telah alami penurunan peranan ginjal butuh melakukan penyembuhan. Penyembuhan ini dibutuhkan untuk menghindar rusaknya peranan ginjal selanjutnya serta berusaha pelihara peranan ginjal yang masih tetap tersisa sepanjang mungkin saja, sebelumnya selesai pada tidak berhasil ginjal step akhir yang membutuhkan hemodialisis maupun transplantasi ginjal (pencangkokan ginjal).
Selain itu, kontrol laboratorium (Ureum, Creatinin, Asam Urat) dengan teratur minimum 1x dalam satu bulan butuh dikerjakan untuk memonitor tingkat perkembangan maupun kemunduran baik keadaan ginjal ataupun keadaan organ-organ badan yang lain, hingga bisa dikerjakan perbaikan-perbaikan yang dibutuhkan.
b. Patuhi diet yang dianjurkan
Jika kita alami penurunan peranan ginjal jadi kita mesti melakukan diet sesuai sama tingkat penurunan peranan ginjal.
Diet rendah protein begitu perlu ditempuh oleh pasien yang alami penyakit ginjal kronik yang belum juga melakukan hemodialisis. Hal semacam ini mempunyai tujuan untuk menjaga sisa peranan ginjal supaya tidak makin lebih buruk, karna makanan yang memiliki kandungan protein tinggi juga akan memperberat kerja ginjal yang masih tetap tersisa. Dengan makin banyak konsumsi makanan tinggi protein, jadi juga akan makin banyak juga sisa dari hasil metabolisme protein itu yang perlu disaring serta di keluarkan oleh ginjal. Mengakibatkan keadaan ginjal juga akan makin lebih buruk serta selesai pada tidak berhasil ginjal step akhir yang membutuhkan hemodialisis maupun transplatasi ginjal (pencangkokakn ginjal).
Diet rendah protein diberi untuk pasien PGK sebelumnya hemodialisis (pre-dialisis), jumlah protein yang bisa dokonsumsi yaitu 0, 6-0, 75 g/kg berat tubuh/hari. Sesaat untuk konsumsi kalori diberi normal yakni sebesar 35 Kcal/kg berat tubuh/hari untuk pasien yang berumur kurang dari 60 th. serta 30-35 Kcal/kg berat tubuh/hari untuk pasien berumur lebih dari 60 th. keatas penuhi keperluan daya /hari.

Pada penyakit ginjal kronik, beberapa besar pasien relatif mempunyai status gizi kurang. Hal semacam ini karena diet rendah protein yang perlu di lakoni oleh pasien, selain itu karna ada uremia (penimbunan urea dalam darah) menyebabkan berkurangnya nafsu makan, munculnya rasa mual serta dibarengi oleh muntah, ini punya pengaruh pada penurunan berat tubuh. Jadi panduan untuk menghadapinya :
1. Lakoni diet rendah protein sesuai sama saran dokter atau pakar gizi
2. Jika seringkali mual atau muntah, jadi makanlah makanan dalam jumlah kecil namun seringkali. Jauhi makanan yang berlemak tinggi, seperti gorengan atau makanan yang bersantan kental
3. Bila tidak nafsu makan, jadi buat makanan menarik serta tidak menjemukan.

Bila berstatus gizi kurang atau berat tubuh tidak baik, diskusikan dengan dokter atau pakar gizi. Perbanyaklah konsumsi makanan yang memiliki kandungan tinggi kalori, namun masih tetap rendah protein.


Leave a Reply